• Hubungi Kami(024) 6715326
  • Login

Keikutsertaan SMP 9 dalam Acara Dugderan 2025

Semarang, 28 Februari 2025 – Pemerintah Kota Semarang kembali menggelar tradisi Dugderan sebagai salah satu warisan budaya untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Acara yang menjadi ikon tahunan ini berlangsung meriah dan penuh antusiasme masyarakat.

Dugderan adalah tradisi tahunan Kota Semarang yang digelar untuk menyambut bulan Ramadan, berupa pesta rakyat, pasar malam, karnaval budaya, dan ritual pemukulan bedug serta meriam sebagai simbol dimulainya puasa.

Acara ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Semarang dan diikuti oleh wali kota, pejabat daerah, tokoh masyarakat, pelajar, seniman, serta ribuan warga Semarang dan sekitarnya.

Tradisi Dugderan dilaksanakan pada 28 Februari 2025, sebelum umat Islam memulai ibadah puasa Ramadan.

Dugderan tahun ini dipusatkan di Kawasan Balaikota Semarang hingga Masjid Agung Kauman, meliputi pawai budaya, pasar Dugderan, dan panggung hiburan rakyat.

Dugderan bertujuan untuk melestarikan budaya lokal dan mempererat tali silaturahmi antar warga. Selain itu, acara ini menjadi momentum mengingatkan masyarakat akan pentingnya persiapan diri secara spiritual dan sosial dalam menyambut Ramadan.

Acara diawali dengan kirab budaya yang menampilkan berbagai kesenian tradisional Jawa, barongan, hingga replika warak ngendog, yang menjadi simbol khas Dugderan. Peserta Didik dan Guru SMPN 9 Semarang ikut serta memeriahkan dugderan 2025 dengan mengikuti kirab budaya di Balaikota Semarang sampai Mall Paragon.